Buku Bangsa Terbelah Pdf

merupakan salah satu karya literatur ekonomi-politik yang paling krusial bagi publik Indonesia saat ini. Ditulis oleh pengamat ekonomi-politik senior, buku yang diterbitkan pertama kali oleh Penerbit Media Baca ini mengupas tuntas kegagalan globalisasi pasar bebas, badai krisis ekonomi global, hingga dampaknya yang memicu polarisasi atau keretakan di dalam tubuh bangsa Indonesia.

Data ekonomi politik setebal 474 halaman ini menjadi rujukan berharga bagi mahasiswa ilmu politik, ekonomi pembangunan, dan sosiologi.

Noorsy menyoroti bahwa dunia saat ini sedang dirundung situasi ( Volatile, Uncertainty, Complex, and Ambiguous ). Ia memperkenalkan konsep Krisis 5F , yaitu krisis pada sektor: Food (Pangan) Fuel (Energi/Bahan Bakar) Financial (Keuangan) Frequency (Teknologi/Informasi) Forces of Army/Law (Kekuatan Militer dan Hukum) Buku Bangsa Terbelah Pdf

Banyak dokumen berformat PDF yang tersebar di internet merupakan salinan ilegal yang melanggar Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Membaca atau mengunduh PDF bajakan tidak mendukung keberlanjutan industri literasi dan apresiasi terhadap pemikiran sang penulis.

Apakah Anda membutuhkan dari buku ini?

Buku ini telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa, termasuk bahasa Inggris dengan judul "The Child of All Nations".

Istilah "Bangsa Terbelah" yang diangkat oleh Noorsy tidak sekadar merujuk pada polarisasi politik pemilu, melainkan pembelahan yang jauh lebih mendalam dan struktural di Indonesia. 1. Kegagalan Kedaulatan Rupiah dan Makroekonomi Noorsy menyoroti bahwa dunia saat ini sedang dirundung

Buku ini dibuka dengan argumen bahwa sistem ekonomi terbuka dan globalisasi tidak membawa kemakmuran yang merata. Krisis keuangan global membuktikan bahwa pasar bebas memicu ketimpangan ekstrem yang membelah masyarakat menjadi kelompok elit penguasa modal dan kelompok akar rumput yang kian terpinggirkan. Bahkan negara adidaya seperti AS di era Donald Trump terpaksa beralih ke kebijakan proteksionisme nasional demi menyelamatkan ekonomi domestik mereka. 2. Tantangan Krisis 5F (VUCA)