Buku Ippho Santosa 13 Wasiat Terlarang Pdf Guide

13 wasiat terlarang! : dahsyat dengan otak kanan - JAKLITERA

One "will" emphasizes telling stories to touch the emotional side of others, which is far more effective for marketing and persuasion than just presenting cold data.

Sebagai buku yang dirilis cukup lama, versi cetak aslinya terkadang sulit ditemukan di toko buku konvensional dan hanya tersedia di pasar sekunder (buku bekas). Pentingnya Menghargai Hak Cipta dan Alternatif Legal Buku Ippho Santosa 13 Wasiat Terlarang Pdf

Saat ini, Ippho dikenal luas sebagai pakar otak kanan, pemilik puluhan cabang TK dan SD Khalifah di Indonesia, serta pendiri Kaia Clothing. Gaya komunikasinya yang santai, penuh humor, dan "menggebu-gebu" membuat setiap tulisannya terasa seperti ajakan untuk langsung bertindak.

: Kita harus selalu berusaha dan tidak pernah menyerah. Dengan tidak menyerah, kita dapat mencapai tujuan kita. 13 wasiat terlarang

The book is structured around 13 "inventories" or "bequests" that activate the right hemisphere. These are things our logical, left-brained education system often ignores. The beauty of the book is that Ippho Santosa doesn't require you to master all thirteen; he famously states that applying just eight of the thirteen bequests is enough to become "explosive". Here is the list of the 13 Wasiat Terlarang:

: Menggunakan kejenakaan untuk mencairkan suasana bisnis dan membangun kedekatan dengan konsumen. Pentingnya Menghargai Hak Cipta dan Alternatif Legal Saat

Dalam buku ini, Ippho Santosa membagikan 13 wasiat yang dianggap "terlarang" untuk meningkatkan kualitas hidup seseorang. Wasiat-wasiat ini tidak biasa dan sering kali bertentangan dengan apa yang umumnya diajarkan dalam masyarakat. Namun, menurut Ippho Santosa, inilah yang dibutuhkan oleh banyak orang untuk mengubah hidup mereka menjadi lebih baik.

Wasiat terakhir ini adalah yang paling mendalam. Setiap individu harus berjuang untuk menemukan makna dalam setiap tindakan dan kehidupannya. Tanpa makna, harta dan kesuksesan terasa hampa. Ippho mengutip pepatah Tiongkok, "Orang yang mencintai tidak melihat kekayaan, sebaliknya orang yang melihat kekayaan tidak mencintai".